h1

Bekatul itu Apa ?

Desember 6, 2007

Tanaman Padi setelah dipanen menghasilkan Gabah kering. Agar gabah menjadi beras perlu diproses. Sebelum tahun 60an prosesnya dilakukan dengan menumbuk padi/gabah dengan alu. Setelah tahun 60an sampai sekarang prosesnya dilakukan menggunakan mesin giling gabah. Sampai menjadi beras dilakukan 2 – 3 kali proses penggilingan. Selama proses penggilingan gabah ini akan menghasilkan beberapa produk, yaitu :

  1. Sekam adalah kulit paling luar dari gabah/padi. Sekam ini merupakan hasil pertama dari proses penggilingan atau beras pecah kulit (PK). Pada tahap ini, beras PK masih bercampur dengan sekitar 12% gabah yang sekamnya belum terkupas. Setelah dilakukan proses penggilingan kembali, maka akan menghasilkan dedak.
  2. Dedak adalah campuran antara sekam yang tergiling halus dan bekatul yang masih kasar. Biasanya dedak inilah yang dipergunakan untuk makanan ternak.
  3. Bekatul adalah kulit paling luar dari beras dan kulit paling dalam dari sekam yang sudah terkelupas melalui proses pengilingan. Bekatul ini mengandung paling banyak jumlah kulit ari (rice bran) dari beras.
  4. Menir adalah beras yang hancur kecil-kecil karena proses penggilingan terhadap gabah yang dilakukan beberapa kali.
  5. Beras adalah produk akhir dari gabah yang digiling dan menjadi makanan pokok, makin putih warna beras, maka makin banyak hilang kulit ari (rice bran) nya.

Budaya yang berkembang saat ini adalah makan nasi dari beras yang putih (bahkan sangat putih). Rasanya memang lebih enak, aromanya lebih harum dan nasinya lebih empuk. Beras yang kurang putih kalau dimasak tidak bisa menyerap air dengan baik, akibatnya – nasinya menjadi agak keras kurang enak jika dimakan. Karena budaya makan nasi yang sangat putih inilah maka kita banyak kehilangan rice bran (kulit ari), yaitu unsur yang banyak membantu kesehatan kita. Jaman dulu, para bapak tani, disamping makan nasi, dia masih meng-konsumsi jenang bekatul yang dicampur dengan gula kelapa yang diiris kecil-kecil.

Sekarang anda perlu mencoba memulai meng-konsumsi bekatul, jika ingin tetap selalu sehat dan kuat. Konon dalam bekatul itu banyak mengandung unsur-unsur yang membantu metabolisme yang diperlukan untuk kesehatan kita.

Iklan

3 komentar

  1. Aku belum pernah makan bekatul nih…kalau thiwul sih sering.. 🙂


  2. Weh, baru tau bekatul itu aja sekarang. 😛


  3. #rozenesia
    weleehhh, iya to…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: