h1

Bekatul dan Penelitinya (1) dr. Liem

Desember 8, 2007

Bermula dari temuan Dr. Ernst T. Krebs, ahli Biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, yang pertama mengisolasi vitamin B15 dari biji aprikot. Kemudian mengembangkan peneliatiannya tentang vitamin B15 bukan vitamin alami dari tumbuhan, tapi sintetis (buatan). Krebs menyebut vitamin ini banyak manfaatnya untuk kesehatan manusia dan vitamin ini banyak terdapat di rice bran alias kulit ari beras atawa bekatul. Padahal bekatul sangat melimpah di Indonesia.

Beberapa peneliti di Indonesia yang tertarik meneliti Bekatul antara lain adalah :

Letkol (Purn.) dr. Yusuf Nursalim (80), dokter pensiunan TNI AD yang masih terlihat segar dan masih buka praktik di Bandung ini, awal tahun 1960-an membaca litertur tentang manfaat vitamin B15 buat kesehatan, diantaranya karya Krebs itu. Karena dr. Liem (begitu biasa dia dipanggil) melihat banyak bekatul yang melimpah di bumi kita ini, maka dia berminat penelitiannya. Mula-mula ia menjadikan dirinya sebagai “kelinci percobaan”. Selama sebulan, ia mengonsumsi bekatul sebagai makanan. Bekatul ia buat sebagai minuman, dicampur dengan susu atau teh. Pagi 2 senduk makan (20 g), malam 20 g. Dari percobaan itu, ia merasakan perubahan yang berarti. Badannya lebih fit dan tak gampang lelah jika melakukan latihan fisik ketentaraan. Buang air besar pun menjadi lebih lancar. Frekuensianya juga lebih teratur, 1 – 2 kali sehari. Sebelumnya, ia biasa buang air besar dua hari sekali. Baca entri selengkapnya »

Iklan
h1

Bekatul itu Apa ?

Desember 6, 2007

Tanaman Padi setelah dipanen menghasilkan Gabah kering. Agar gabah menjadi beras perlu diproses. Sebelum tahun 60an prosesnya dilakukan dengan menumbuk padi/gabah dengan alu. Setelah tahun 60an sampai sekarang prosesnya dilakukan menggunakan mesin giling gabah. Sampai menjadi beras dilakukan 2 – 3 kali proses penggilingan. Selama proses penggilingan gabah ini akan menghasilkan beberapa produk, yaitu : Baca entri selengkapnya »

h1

Bekatul Untuk Minuman

Desember 4, 2007

Mengkonsumsi Bekatul guna mengobati penyakit, haruslah dilakukan secara rutin (jangan hangat-hangat taik ayam). Jika dilakukan se-waktu-2 hasilnya kurang maksimal. Biasanya dengan cara diminum seperti minum teh atau minum kopi-susu. Waktu 3 bulan paling sedikit guna penyembuhan penyakit, diminum setiap pagi dan sore. Bila untuk penjaga stamina atau kesehatan bisa di konsumsi setaip hari. Bermanfaat menambah kekuatan dan tidak mudah pusing serta tidak gampang capek. Mau mencoba resep-nya, silahkan… Baca entri selengkapnya »

h1

Bekatul Makanan Populer

Desember 4, 2007

Pada tahun 50-an bekatul menjadi makanan popular dikalangan petani dan penduduk pedesan di Indonesia. Bila petani mau memulai tanam padi atau mau mengerjakan pekerjaan di sawah, makanan Jenang Bekatul adalah makanan yang disuguhkan pertama di pagi hari. Jenang Bekatul bukan kayak Jenang Garut yang dibuat dari tepung ketan, tapi sebenarnya kayak bubur atau tajin (jawa). Bekatul yang sudah disaring halus dicampur dengan sedikit menir kemudian dimasak seperti bubur. Setelah dituang diatas piring kemudian ditaburi gula kelapa. Ketika jenang bekatul ini masih hangat itulah para petani menyantapnya dengan nikmat. Selanjutnya mereka rame-rame berangkat ke sawah. Baca entri selengkapnya »