<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BKtoeL = Natural Suplemen</title>
	<atom:link href="http://bekatul.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bekatul.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Dec 2007 02:16:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bekatul.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BKtoeL = Natural Suplemen</title>
		<link>http://bekatul.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bekatul.wordpress.com/osd.xml" title="BKtoeL = Natural Suplemen" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bekatul.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bekatul dan Penelitinya (1) dr. Liem</title>
		<link>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/08/bekatul-dan-penelitinya-1-dr-liem/</link>
		<comments>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/08/bekatul-dan-penelitinya-1-dr-liem/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 01:27:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bekatul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hasil Riset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bekatul.wordpress.com/2007/12/08/bekatul-dan-penelitinya-1-dr-liem/</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari temuan Dr. Ernst T. Krebs, ahli Biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, yang pertama mengisolasi vitamin B15 dari biji aprikot. Kemudian mengembangkan peneliatiannya tentang vitamin B15 bukan vitamin alami dari tumbuhan, tapi sintetis (buatan). Krebs menyebut vitamin ini banyak manfaatnya untuk kesehatan manusia dan vitamin ini banyak terdapat di rice bran alias kulit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bekatul.wordpress.com&amp;blog=2176137&amp;post=18&amp;subd=bekatul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bermula dari temuan Dr. Ernst T. Krebs, ahli Biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, yang pertama mengisolasi vitamin B15 dari biji aprikot. Kemudian mengembangkan peneliatiannya tentang vitamin B15 bukan vitamin alami dari tumbuhan, tapi sintetis (buatan). Krebs menyebut vitamin ini banyak manfaatnya untuk kesehatan manusia dan vitamin ini banyak terdapat di <em>rice bran </em>alias kulit ari beras atawa bekatul. Padahal bekatul sangat melimpah di Indonesia.</p>
<p>Beberapa peneliti di Indonesia yang tertarik meneliti Bekatul antara lain adalah :</p>
<p><em><span style="font-style:normal;">Letkol (Purn.) dr. Yusuf Nursalim (80), dokter pensiunan TNI AD yang masih terlihat segar dan masih buka praktik di </span></em><em><span style="font-style:normal;">Bandung</span></em><em><span style="font-style:normal;"> ini, awal tahun 1960-an membaca litertur tentang manfaat vitamin B15 buat kesehatan, diantaranya karya Krebs itu. Karena dr. Liem (begitu biasa dia dipanggil) melihat banyak bekatul yang melimpah di bumi kita ini, maka dia berminat penelitiannya.<span>  </span></span></em>Mula-mula ia menjadikan dirinya sebagai &#8220;kelinci percobaan&#8221;. Selama sebulan, ia mengonsumsi bekatul sebagai makanan. Bekatul ia buat sebagai minuman, dicampur dengan susu atau teh. Pagi 2 senduk makan (20 g), malam 20 g. Dari percobaan itu, ia merasakan perubahan yang berarti. Badannya lebih fit dan tak gampang lelah jika melakukan latihan fisik ketentaraan. Buang air besar pun menjadi lebih lancar. Frekuensianya juga lebih teratur, 1 &#8211; 2 kali sehari. Sebelumnya, ia biasa buang air besar dua hari sekali.<span id="more-18"></span></p>
<p class="MsoNormal">Dengan maksud agar lebih objektif, ia lalu mencobakan bekatul pada 200 siswa Sekolah Calon Perwira TNI AD. Masing-masing siswa mendapat jatah 30 g bekatul sehari. Bekatul dikonsumsi dengan cara dicampur dengan air dan gula kelapa. Selama 2,5 bulan kesehatan mereka terus dipantau. Hasilnya tak beda jauh dengan apa yang dirasakan oleh Liem. Badan mereka lebih <em>fit,</em> &#8220;acara ke belakang&#8221; lebih lancar. Tekanan darah dan kadar kolesterol pun cenderung ke arah ideal. Yang unik, setelah percobaan singkat ini, para siswa minta pemberian bekatul terus dilanjutkan. Akhirnya, pemberian makanan tambahan ini pun diperpanjang delapan bulan lagi.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Menurut dr. Liem, bekatul sebaiknya dikonsumsi setiap hari seperti beras. Bukan sebagai &#8220;obat&#8221; yang dihentikan ketika keluhan penyakitnya sudah hilang. Makanya dr. Liem selalu memberi resep Bekatul kepada pasiennya (disamping obat lainnya), dia punya satu prinsip bekatul selalu diberikan disamping obat-obatan lain.</p>
<p>Selama lebih dari seperempat abad menjadi dokter, ia mengaku telah tak terhitung berapa kali meresepkan bekatul untuk aneka jenis penyakit. Ia pernah tiga kali menangani pasien penderita basedov (pembesaran kelenjar gondok akibat hiperfungsi tiroid). Liem juga beberapa kali menangani pasien penderita penyakit jantung dengan bekatul. Salah satunya adalah suster perawatnya sendiri yang mempunyai kelainan elektrokardiogram (EKG). Karena bukan spesialis jantung, Liem merujuknya ke kardiologis. Pada saat bersamaan, ia juga menyuruh suster perawat itu makan bekatul. <span>Delapan bulan kemudian, EKG-nya normal. Perubahan EKG ini pun di luar dugaan si ahli kardiologi maupun Liem sendiri.</span></p>
<p><span>Dokter gaek ini juga pernah menangani kasus diabetes tipe-2 (tidak tergantung insulin) dengan bekatul. Salah satu kasus dialami oleh seorang insinyur yang, karena komplikasi diabetesnya, telah mengalami impotensi. Buat Pak Insinyur, Liem meresepkan tiga hal: program diet, glibenklamida satu tablet sehari, dan bekatul tiga kali sehari, masing-masing satu sendok makan munjung, penuh. </span></p>
<p><span>Setelah beberapa bulan, kadar gula darah yang mulanya 400 mg/dl berangsur-angsur normal. Gangguan impotensinya pun teratasi. Ia bisa &#8220;bergiat&#8221; lagi dengan istrinya. Bahkan obat glibenkamida pun mulai bisa ditinggalkan. Terapi yang dijalani tinggal program diet dan makan bekatul tiga kali sehari, masing-masing dua sendok makan. </span></p>
<p><span>Liem juga mengaku pernah mencobakan bekatul pada penderita diabetes tipe-1 (yang tergantung insulin). Hasilnya, setelah beberapa bulan, besarnya unit insulin yang disuntikkan bisa dikurangi hingga separuhnya. Yang mulanya 40 unit menjadi 20 unit. </span></p>
<p><span>Banyaknya pasien yang membaik setelah mengonsumsi bekatul membuat Liem semakin percaya dengan khasiatnya. Ia pun tak ragu meresepkan bekatul pada penderita asma. Sebagaimana prinsipnya, ia tetap menganjurkan pasien menggunakan obat-obat medis seperti aminofilin, steroid, adrenalin injeksi, dan obat hisap<em> (inhaler)</em> jika dibutuhkan. Setelah beberapa bulan makan bekatul, frekuensi asma pasiennya sedikit demi sedikit menurun. Karena mengira asmanya sembuh, pasien kemudian menghentikan konsumsi bekatul. Begitu bekatul disetop, asmanya kambuh lagi. Sejak itu, ia makan bekatul lagi secara teratur. </span></p>
<p><span>Selain kasus-kasus di atas, Liem juga pernah meresepkan bekatul untuk kasus hipertensi, koleseterol tinggi, jantung koroner, hingga kegemukan. </span>Diambil disini (<a href="http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0606/29/124923.htm">http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0606/29/124923.htm</a>)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bekatul.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bekatul.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bekatul.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bekatul.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bekatul.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bekatul.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bekatul.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bekatul.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bekatul.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bekatul.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bekatul.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bekatul.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bekatul.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bekatul.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bekatul.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bekatul.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bekatul.wordpress.com&amp;blog=2176137&amp;post=18&amp;subd=bekatul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/08/bekatul-dan-penelitinya-1-dr-liem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d20376effbed16a66dec30021b87b33d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bekatul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekatul itu Apa ?</title>
		<link>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/06/bekatul-itu-apa/</link>
		<comments>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/06/bekatul-itu-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 03:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bekatul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk Bekatul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bekatul.wordpress.com/2007/12/06/bekatul-itu-apa/</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman Padi setelah dipanen menghasilkan Gabah kering. Agar gabah menjadi beras perlu diproses. Sebelum tahun 60an prosesnya dilakukan dengan menumbuk padi/gabah dengan alu. Setelah tahun 60an sampai sekarang prosesnya dilakukan menggunakan mesin giling gabah. Sampai menjadi beras dilakukan 2 – 3 kali proses penggilingan. Selama proses penggilingan gabah ini akan menghasilkan beberapa produk, yaitu : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bekatul.wordpress.com&amp;blog=2176137&amp;post=15&amp;subd=bekatul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Tanaman Padi setelah dipanen menghasilkan Gabah kering. Agar gabah menjadi beras perlu diproses. Sebelum tahun 60an prosesnya dilakukan dengan menumbuk padi/gabah dengan alu. Setelah tahun 60an sampai sekarang prosesnya dilakukan menggunakan mesin giling gabah. Sampai menjadi beras dilakukan 2 – 3 kali proses penggilingan. Selama proses penggilingan gabah ini akan menghasilkan beberapa produk, yaitu :<span id="more-15"></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="color:red;">Sekam</span></strong> adalah kulit paling luar dari      gabah/padi. Sekam ini merupakan hasil pertama dari proses penggilingan      atau beras pecah kulit (PK). Pada tahap ini, beras PK masih bercampur      dengan sekitar 12% gabah yang sekamnya belum terkupas. Setelah dilakukan      proses penggilingan kembali, maka akan menghasilkan dedak.</li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="color:red;">Dedak</span></strong> adalah campuran antara sekam yang      tergiling halus dan bekatul yang masih kasar. Biasanya dedak inilah yang      dipergunakan untuk makanan ternak.</li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="color:red;">Bekatul</span></strong> adalah kulit paling luar dari beras dan      kulit paling dalam dari sekam yang sudah terkelupas melalui proses      pengilingan. Bekatul ini mengandung paling banyak jumlah kulit ari (rice      bran) dari beras.</li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="color:red;">Menir</span></strong> adalah beras yang hancur kecil-kecil      karena proses penggilingan terhadap gabah yang dilakukan beberapa kali.</li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="color:red;">Beras</span></strong> adalah produk akhir dari gabah yang      digiling dan menjadi makanan pokok, makin putih warna beras, maka makin banyak      hilang kulit ari (rice bran) nya.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Budaya yang berkembang saat ini adalah makan nasi dari beras yang putih (bahkan sangat putih). Rasanya memang lebih enak, aromanya<span>  </span>lebih harum dan nasinya lebih empuk. Beras yang kurang putih kalau dimasak tidak bisa menyerap air dengan baik, akibatnya – nasinya menjadi agak keras kurang enak jika dimakan. Karena budaya makan nasi yang sangat putih inilah maka kita banyak kehilangan rice bran (kulit ari), yaitu unsur yang banyak membantu kesehatan kita. Jaman dulu, para bapak tani, disamping makan nasi, dia masih meng-konsumsi jenang bekatul yang dicampur dengan gula kelapa yang diiris kecil-kecil.</p>
<p class="MsoNormal">Sekarang anda perlu mencoba memulai meng-konsumsi bekatul, jika ingin tetap selalu sehat dan kuat. Konon dalam bekatul itu banyak mengandung unsur-unsur yang membantu metabolisme yang diperlukan untuk kesehatan kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bekatul.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bekatul.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bekatul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bekatul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bekatul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bekatul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bekatul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bekatul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bekatul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bekatul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bekatul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bekatul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bekatul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bekatul.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bekatul.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bekatul.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bekatul.wordpress.com&amp;blog=2176137&amp;post=15&amp;subd=bekatul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/06/bekatul-itu-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d20376effbed16a66dec30021b87b33d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bekatul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekatul Untuk Minuman</title>
		<link>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/04/bekatul-untuk-minuman/</link>
		<comments>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/04/bekatul-untuk-minuman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bekatul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep-Resep]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Kami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bekatul.wordpress.com/2007/12/04/bekatul-untuk-minuman/</guid>
		<description><![CDATA[Mengkonsumsi Bekatul guna mengobati penyakit, haruslah dilakukan secara rutin (jangan hangat-hangat taik ayam). Jika dilakukan se-waktu-2 hasilnya kurang maksimal. Biasanya dengan cara diminum seperti minum teh atau minum kopi-susu. Waktu 3 bulan paling sedikit guna penyembuhan penyakit, diminum setiap pagi dan sore. Bila untuk penjaga stamina atau kesehatan bisa di konsumsi setaip hari. Bermanfaat menambah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bekatul.wordpress.com&amp;blog=2176137&amp;post=13&amp;subd=bekatul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Mengkonsumsi Bekatul guna mengobati penyakit, haruslah dilakukan secara rutin (jangan hangat-hangat taik ayam). Jika dilakukan se-waktu-2 hasilnya kurang maksimal. Biasanya dengan cara diminum seperti minum teh atau minum kopi-susu. Waktu 3 bulan paling sedikit guna penyembuhan penyakit, diminum setiap pagi dan sore. Bila untuk penjaga stamina atau kesehatan bisa di konsumsi setaip hari. Bermanfaat menambah kekuatan dan tidak mudah pusing serta tidak gampang capek. Mau mencoba resep-nya, silahkan…<span id="more-13"></span></p>
<p class="MsoNormal">Diminum Dengan Teh Hangat</p>
<p class="MsoNormal">Bekatul yang masih baru dan halus sebanyak 2 sendok makan (sekitar 20-30 gram), dicampur dengan teh (agak kental), gula secukupnya, disedu dengan 1 gelas air hangat (lebih baik air mendidih). Setelah agak dingin, diminum sambil berdoa agar selalu dikarunia kesehatan untuk berbakti kepadaNya.</p>
<p class="MsoNormal">Dicampur dengan Susu Juga Enak…</p>
<p class="MsoNormal">Siapkan Bekatul yang sudah disaring dengan halus sebanyak 2 sendok makan (sekitar 20-30 gram). Dicampur dengan segelas susu segar atau susu instant yang sudah disedu dengan air hangat. Diaduk sampai rata. Diamkan sampai agak dingin. Nikmati resep ini secara rutin. Oh iya…bisa ditambah gula secukupnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bekatul.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bekatul.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bekatul.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bekatul.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bekatul.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bekatul.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bekatul.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bekatul.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bekatul.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bekatul.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bekatul.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bekatul.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bekatul.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bekatul.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bekatul.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bekatul.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bekatul.wordpress.com&amp;blog=2176137&amp;post=13&amp;subd=bekatul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/04/bekatul-untuk-minuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d20376effbed16a66dec30021b87b33d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bekatul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekatul Makanan Populer</title>
		<link>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/04/bekatul-makanan-populer/</link>
		<comments>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/04/bekatul-makanan-populer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 10:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bekatul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manfaat Bekatul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bekatul.wordpress.com/2007/12/04/bekatul-makanan-populer/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 50-an bekatul menjadi makanan popular dikalangan petani dan penduduk pedesan di Indonesia. Bila petani mau memulai tanam padi atau mau mengerjakan pekerjaan di sawah, makanan Jenang Bekatul adalah makanan yang disuguhkan pertama di pagi hari. Jenang Bekatul bukan kayak Jenang Garut yang dibuat dari tepung ketan, tapi sebenarnya kayak bubur atau tajin (jawa). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bekatul.wordpress.com&amp;blog=2176137&amp;post=12&amp;subd=bekatul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Pada tahun 50-an bekatul menjadi makanan popular dikalangan petani dan penduduk pedesan di Indonesia. Bila petani mau memulai tanam padi atau mau mengerjakan pekerjaan di sawah, makanan Jenang Bekatul adalah makanan yang disuguhkan pertama di pagi hari. Jenang Bekatul bukan kayak Jenang Garut yang dibuat dari tepung ketan, tapi sebenarnya kayak bubur atau tajin (jawa). Bekatul yang sudah disaring halus dicampur dengan sedikit menir kemudian dimasak seperti bubur. Setelah dituang diatas piring kemudian ditaburi gula kelapa. Ketika jenang bekatul ini masih hangat itulah para petani menyantapnya dengan nikmat. Selanjutnya mereka rame-rame berangkat ke sawah.<span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal">Ketika petani memupuk tanaman padinya dengan pupuk kandang. Ketika mengolah lahannya masih pakai kerbau atau sapi. Ketika petani menumbuk padi dengan alu. Bekatul masih menjadi makanan popular, karena murah dan selalu siap setiap saat untuk dikonsumsi. Mereka belum menyadari betul manfaat yang terkandung dalam bekatul. Sebagian hanya tahu manfaat bekatul sebagai penyembuh penyakit Biri-biri, karena banyak mengandung vitamin B1. Selebihnya hanya merasakan bahwa bekatul bisa menambah ketahanan tubuh mereka selama bekerja di sawah, tidak cepet capek, tahan penyakit dan murah serta tersedia dengan melimpah.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah terjadi modernisasi pengeloaan pertanian di pedesaan (jawa), maka bekatul mulai kurang populer, bahkan sudah banyak petani saat ini yang belum pernah merasakan jenang bekatul. Kita lebih mengenal bekatul sebagai makanan ternak. Hampir semua peternak memberikan makanan ternaknya dengan bekatul. Generasi petani yang lahir tahun 90-an lebih mengenal bekatul sebagai makanan ternak. Inilah modernisasi yang telah membawa dampak positif dan negatifnya. Hasil penelitian beberapa ilmuwan saat ini menunjukkan manfaat yang besar bagi kesehatan manusia. Sementara kita mengenalnya sebagai makanan ternak. Ternaknya makin sehat sementara petaninya makin loyo, begitu barangkali…dan kita sudah tak kenal apa itu bekatul. Makanya baca terus blog ini. He..3x</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bekatul.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bekatul.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bekatul.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bekatul.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bekatul.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bekatul.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bekatul.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bekatul.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bekatul.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bekatul.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bekatul.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bekatul.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bekatul.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bekatul.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bekatul.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bekatul.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bekatul.wordpress.com&amp;blog=2176137&amp;post=12&amp;subd=bekatul&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bekatul.wordpress.com/2007/12/04/bekatul-makanan-populer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d20376effbed16a66dec30021b87b33d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bekatul</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
